Senin, 04 Mei 2015

Keerkoff




Ada empat nisan berlambang salib yang berdiri sejajaar. Identitas siapa  yang dimakamkan tertulis di batu pualam putih besar. Rimbunan pohon, memberi nuansa hening senyap disekitaran empat makam itu.
Juga di sekitaran makam-makam lainnya.

Empat deret nisan itu merupakan salah satu deretan batu-batu nisan yang terdapat di kompleks pemakaman katolik (keerkoff) di Pontianak. Dahulu lokasinya disebelah selatan tangsi militer dan lahan kosong yang kemudian menjadi lapangan kebon sajoek (kini stadion PSP). Tepat di samping kompleks SMP zuster. Lokasinya terdapat di jalan A R Hakim (dahulu bernama Francis weg), dan jalan  R A Kartini (keerkoof weg).
Kata Keerkoff sendiri merupakan sebutan untuk tempat pemakaman dalam bahasa Belanda. Sama dengan istilah Sentiong dalam bahasa Cina. Belum terdapat  data yang menjelaskan secara rinci tanggal serta tahun kapan pertama kali pemakaman ini di gunakan. Yang jelas pemakaman ini  telah ada sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda ada di Pontianak.
Terdapat sejumlah makam pekuburan Katolik dan makam pekuburan umum di keerkoff ini. Keberadaannya  seolah juga menjadi saksi bisu keberadaan Bruder van Huijbergen dalam menjalankan misinya di Kalimantan Barat. Dan juga menjadi saksi bisu sejarah keberadaan pemerintahan Hindia Belanda di Pontianak. 

[dimuat di Borneo Tribune,  Sabtu,3 November 2012]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar