Senin, 04 Mei 2015

Tugu Khatulistiwa





Terletak di sisi jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara. Sekitar  30 menit dari pusat kota, ke arah kota Mempawah. Tugu ini  dibangun sebagai petanda bahwa
kota Pontianak tepat dilalui garis Khatulistiwa


  foto di ambil di salah satu sisi dinding tugu khatulistiwa
.


Empat kayu belian menancap di tanah, berwarna hitam pekat, berukuran sekitar 30 cm,. Terlihat kokoh dan kuat. Dua yang didepan, yang  mengarah ke barat tugu tercatat memiliki tinggi 3,05 m. Dua dibagian belakangnya  setinggi 4,40 m dan  menopang tiga rangkaian lingkaran.  Sebuah anak panah berukuraan 2,15 m yang menunjukkan arah barat seolah menembus rangkaian lingkaran tersebut. Di bawah anak panah terdapat sebuah plat bertuliskan 1090  20’ OLv Gr, yang menunjukkan letak tugu ini khatulistiwa pada garis bujur timur. Pada lingkaran terluar, pada sisi bagian atas terdapat tulisan Evenaar. Begitu juga di bawahnya. 


Tugu Khatulistiwa ini, pertama kali dibangun pada tahun 1928,  pada awalnya hanya berbentuk tonggak dengan tanda panah. Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari Van En W oleh Opzihter Wiese yang dikutip dari Bijdragentot de Geographie dari Chep Van den topographieschen dient in Nederlandsch Indie: Den 31 Sten Maart 1928, telah datang di Pontianak suatu ekspedisi internasional yang dipimpin seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda, Dalam ekpedisi ini bertujuan untuk menentukkan titik atau tonggak garis khatulistiwa di Pontianak.
Pada tahun 1930, bangunan tugu ini kemudian disempurnakan dengan  berbentuk tonggak,  lingkaran dan tanda panah. Sepuluh tahun setelah ekspedisi tersebut, yakni pada tahun 1938  tugu khatulistiwa dikembangkan bentuk serta  maknanya oleh F Silaban,  seorang  arsitek kenamaan Indonesia yang juga mendesain beberapa tugu dan bangunan di Indonesia lainnya. Bangunan inilah yang sampai sekarang masih dapat kita saksikan di kawasan tugu khatulistiwa.
Pada tahun 1990,  Tugu Khatulistiwa direnovasi dan di kembangkan dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli. Di atas bangunan kubah dibuat duplikat tugu dengan ukuran 5 kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Pada tanggal 21 September 1991 di resmikan oleh gubernur Kalimantan Barat, Pardjoko Suryokusumo.  Di dalam kubah duplikat bangunan ini juga terdapat sejarah, foto-foto serta informasi yang berkenaan dengan titik kulminasi dan tugu ini.
Berkenaan dengan titik kulminasi, pada bulan Maret 2005, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan penelitian dengan menggunakan alat dan tekhnologi terbaru dalam menentukan lokasi titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Hasilnya menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan, 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur. Sementara, posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata melewati taman atau tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas (arah Selatan) dari arah tugu. 


Posisi titik perpotongan antara pusat matahari dengan garis khatulistiwa berada pada posisi 1090 2011 dan 00" Bujur T, atau yang dikenal dengan titik kulminasi.  ini secara tepat hanya terjadi pada dua kesempatan, yakni pada tanggal 21-23 Maret dan  21-23September setiap tahunnya. Di dua kesempatan tersebut,  terjadi fenomena alam yang unik, dimana menjelang tengah hari semua benda yang tegak berdiri di sekitar tugu tidak memiliki bayangan. Pada saat fenomena alam yang unik ini terjadi selalu diadakan  festifal titik kulminasi.
Peristiwa titik kulminasi matahari, sebenarnya juga terjadi di  beberapa negara lain, seperti di  Gabon,  Zaire, Uganda, Kenya, Somalia, Ekuador, Peru, Columbia, Brazil. Namun dari semua tempat atau negara yang dilewati tersebut. Hanya di Pontianak yang secara persis dibelah atau di lintasi oleh garis khatulistiwa.
Oh ya’ jangan lupa ketika anda berkunjung di tugu ini untuk mendapatkan sertifikat. Sebagai kenang-kenangan bahwa anda pernah  datang dan bersinggah di tugu khatulistiwa ini. Dan melihat tubuh anda tanpa bayangan di festifal kulminasi. [dimuat di Borneo Tribune,  Minggu, 28 Oktober 2012]




Tidak ada komentar:

Posting Komentar